Apakah Komunikasi dan Penyiaran Islam Masih Relevan di Masa Depan?

Khairul Ihsandi/ 142022008

Judul tersebut  adalah pertanyaan yang  dilontarkan oleh siswa SMA saat saya terlibat diskusi tentang KPI. Pertanyaan tersebut diawali dengan keraguan akan eksistensi KPI ditengah gempuran ai dan teknologi semakin cangih ini. Dan saya akan menjawab pertanyaan tersebut selaku mahasiswa stain Tengku dirundeng meulaboh

Saya adalah seorang mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Saya ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana penyiaran Islam tetap relevan di masa depan, terutama dengan perkembangan teknologi digital. Sejak memulai kuliah di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, saya menyaksikan bagaimana teknologi digital menjadi alat yang sangat efektif untuk dakwah. Di kampus, kami sering menggunakan platform seperti YouTube, dan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan agama dan lain-lain.

Saya terlibat dalam pembuatan konten yang tidak cuma informatif tapi juga menarik buat generasi muda. Misalnya, kita bikin video pendek dan podcast tentang sejarah Islam dan nilai-nilai moral dengan cara yang kreatif. Respons yang kita terima sangat positif, menunjukkan kalau konten yang menarik bisa bikin penyiaran Islam tetap relevan.

Teknologi terus berkembang, dan ini bisa jadi tantangan. Tapi, dengan terus belajar dan beradaptasi, kita bisa memanfaatkan teknologi baru untuk meningkatkan efektivitas penyiaran. Misalnya, kita mulai menggunakan aplikasi mobile untuk menyebarkan konten dakwah yang bisa diakses dengan mudah oleh siapa saja.

Salah satu tantangan yang saya hadapi adalah memastikan konten yang kita buat akurat dan bisa dipercaya. Untuk mengatasi ini, kita selalu melakukan riset mendalam dan berkolaborasi dengan dosen untuk memastikan informasi yang disampaikan benar. Melihat dari pengalaman pribadi saya, saya yakin bahwa komunikasi penyiaran Islam akan terus relevan di masa depan jika kita mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan preferensi audiens. Dengan memanfaatkan platform digital, menciptakan konten yang menarik, dan bekerja sama dengan influencer, kita bisa terus menyebarkan ajaran agama, mendidik masyarakat, dan memperkuat identitas Muslim di seluruh dunia. Sebagai mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, saya berkomitmen untuk terus berinovasi dalam penyiaran Islam, memastikan bahwa pesan-pesan agama tetap terdengar dan relevan di era modern ini. Pengalaman-pengalaman yang saya bagikan ini adalah bukti nyata bahwa dengan pendekatan yang tepat, komunikasi penyiaran Islam tidak hanya bisa bertahan, tapi juga berkembang dan membawa dampak positif yang besar.

Leave a comment